Berpanorama Waduk dan Pengunungan, Yuk Kunjungi Wisata Alam Bendungan Selorejo

Setelah sempat ditutup lama akibat pandemi covid-19, wisata Bendungan Selorejo kelanjutannya diakses kembali. Wisata alam ini pun sanggup jadi alternatif dikunjungi untuk berlibur karena tawarkan  pemandangan waduk bersama dengan latar pegunungan yang indah.
Selain dijadikan wisata alam, area yang berada di ketinggian 600 mdpl ini termasuk dijadikan sumber pembangkit listrik tenaga air untuk Kecamatan Ngantang. Khususnya para warga Desa Pandansari.
“Yang belum pulih itu tamu hotel ya, untuk wisata nya mulai ramai meski pandemi. Setelah buka operasional kami memiliki paket camping dan sekolah berkuda, dan naik perahu, kami maksimalkan aktivitas outdoor,” ungkap Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya.
Untuk paket Camping, kata Bayu, pihaknya sediakan mulai pengunjung singgah bersama dengan perlengkapan sendiri Rp 35 ribu per orang hingga Rp 350 ribu untuk dua orang.”Itu lengkap bersama dengan jalan-jalan dan makan pagi dan makan malam,” terangnya.
Sedangkan paket sekolah berkuda, pihaknya slot mahjong membanderol harga Rp 200 ribu. Dimulai pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB. Jika tiga hari harga yang di dapatkan lumayan murah yakni Rp 500 ribu.
“Materi berkuda teori dan praktik. Materinya apa yang tidak boleh dijalankan terhadap kuda, cara memberi makan kuda, merawat kuda, mengenali kuda. Terus ada praktik berkuda, mulai naiknya, dituntun hingga bisa,” katanya.
Bayu Pramadya menjelaskan, tiket masuk Taman Wisata Selorejo terhadap hari biasa Rp 13 ribu per orang. Sedangkan padanakhir pekan atau hari libur nasional senilai Rp 20 ribu per orang.
Sementara itu tiket kendaraan bermotor roda dua Rp 2.000, roda empat Rp 5.000 dan bus Rp 15 ribu.
Bayu menambahkan, Selorejo termasuk sediakan hotel dan sarana meeting atau rapat. Harga hotel mulai Rp 260 ribu per kamar untuk dua orang. Tersedia pula cottage mulai Rp 540 ribu per unit.
Wisata alam Bendungan Selorejo ini, lumayan menjanjikan bagi wisatawan yang dambakan melewatkan penat. Apalagi, wisata berbasis alam ini, lumayan menjanjikan untuk melewatkan stres selama masa pandemi. (ST04)